INFORMASI

Helm: Menjaga Keselamatan Anak Saat Berkendara

Photo: Shutterstock

Urbaners, jarak tempuh yang dekat atau tidak adanya polisi lalu lintas yang berjaga kerap menjadi alasan orang tua merasa tidak perlu mengenakan helm pada anaknya. Padahal hal ini membahayakan nyawa si kecil.

The Global Status Report on Road Safety 2013 yang dirilis World Health Organization (WHO) menyatakan bahwa jumlah kematian pengendara motor mencapai 36 persen dari 31.000 total angka kematian akibat kecelakaan lalu lintas di Indonesia.

Manfaat Mengenakan Helm
Mengenakan helm saat berkendara membuat kepala, termasuk otak anak terlindung dari bahaya. Sebaliknya, memilih untuk tidak menggunakan alat pengaman ini mengundang berbagai risiko fatal. Berikut ini adalah beberapa fungsi helm.
Menyelamatkan nyawa dan mengurangi tingkat keparahan luka jika terjadi kecelakaan

Helm melindungi kepala sebagai bagian vital manusia yang rentan mengalami cedera dan terutama membahayakan nyawa saat terjadi kecelakaan. Pengendara dan penumpang yang mengenakan helm terbukti mengalami lebih sedikit cedera pada kepala dan leher dibandingkan yang tidak. Mereka yang mengenakan helm, umumnya hanya menderita luka ringan seperti memar atau lecet pada rahang, hidung, dan kepala.

Selain melindungi kepala anak saat cuaca hujan dan panas, helm berperan penting mengamankan otak dan bagian dalam kepala lainnya jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan. Cedera atau benturan keras pada kepala umumnya berisiko mengakibatkan gangguan pada otak dan syaraf tulang belakang bagian atas.

Melindungi penglihatan dan pernapasan
Berkendara di jalan berdebu dapat mengganggu penglihatan dan pernapasan, terutama bagi anak-anak yang nyatanya memiliki ketahanan fisik lebih lemah dibandingkan orang dewasa. Helm dengan penutup wajah transparan yang dapat mengurangi risiko gangguan pada mata, hidung, dan mulut.

Selain saat dibonceng di kendaraan bermotor, anak sebaiknya juga mengenakan helm saat bersepeda untuk melindunginya dari cedera serius jika jatuh.

Mengajari Anak Mengenakan Helm
Mengenakan alat pengaman saat berkendara sebaiknya menjadi bagian dari kebiasaan keluarga yang sehat. Berikut ini adalah hal-hal yang dapat dilakukan untuk menerapkannya.
Pilih helm standar yang aman dan sesuai kenyamanan anak

Pilih helm dengan label SNI (Standar Nasional Indonesia). Helm yang baik adalah yang menutup bagian dahi dan berpenutup transparan pada bagian wajah. Terdapat bantalan pada bagian dalam sehingga helm terasa nyaman dan terpasang dengan baik pada kepala. Pilih helm yang tidak terlalu besar maupun tidak terlalu kecil sehingga tidak mudah terlepas atau membuat kepala sakit. Selain itu, pastikan pengait pada dagu juga terpasang dengan sempurna. Saat ini banyak tersedia helm anak standar dengan aneka warna dan gambar. Ajak anak untuk memilih helm yang disukai agar dia senang mengenakannya.

Jadikan sebagai kebiasaan sehari-hari
Biasakan anak Anda untuk mengenakan helm saat berkendara seperti dia mengenakan sepatu atau jaket. Berikan pujian ketika si Kecil ingat dan berhasil memakai dan memasang pengait pada helmnya sendiri.

Selalu kenakan helm Anda sendiri
Anak adalah peniru yang ulung. Si kecil akan dengan mudah mencontoh ketika Anda sendiri terlihat mengenakan helm saat menaiki sepeda motor, meski saat hanya berkendara dalam jarak dekat.

Informasikan manfaat mengenakan helm
Anak akan menyadari pentingnya mengenakan helm saat dia mengetahui risiko tidak memakai alat pengaman tersebut. Beritahu anak bahwa helm dapat melindunginya dari cedera kepala yang mengancam nyawa, selain dapat melindungi dari panas, debu, dan hujan.

Biasakan anak Anda untuk mengenakan helm tiap kali berkendara dengan motor. Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Membersihkan helm dengan mencuci dan menjemurnya secara teratur juga penting untuk menjaga kesehatan kulit kepala dan rambutnya.

Source: http://www.alodokter.com/menjaga-keselamatan-anak-saat-berkendara-dengan-helm

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top